Just be yourself

Let alone yourself.

Jumat, 11 Maret 2022

Melawan Hati ???






 Hfut ... hai sahabat ...
ini judul yang aku buat 11 Maret dahulu hahaha, sekarang sudah tanggal 23 Juni 2022
baru aku menulis nya

Huft, aku tak tau apa yang aku rasakan ya, entah itu bahgia , entah itu sedih ...

Hari-hari berlalu begitu saja rasanya, tidak ada rasa yang special kecuali rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Judulnya melawan hati ya ? wkwk

sebenarnya aku mau curhat.
aku mencintai seseorang , ini adalah kisa asmara yang lama.

aku berhubungan kembali dengan gadis yang pernah aku ceritakan sebelumnya
Santa ... begitulah namanya

Kami berhubungan kembali, dan yah awalnya semua berjalan baik-baik saja, sampai kami yah memutuskan sesuatu ...
bahwa yah entahlah ... kami hanya tak bisa bersama ...

aku memang sayang pada nya, tapi mau bagaimana lagi ..

mungkin beberapa kalimat dari orang-orangada benarnya juga
bahwa salah satu poin tertinggi dari mencintai adalah
"meng-ikhlaskan" entahlah apakah aku ikhlas ...

yang pasti aku masih sering memikirkan dan merindukan mu, aku masih sering meningat mu dalam doa


haaa, bucin kali ya ??? yah begitulah kalau kita memang benar benar sudah terlanjur mencintai seseorang ...

dahulu aku terkendala karena restu orang tua.

di sesi sekrang ini kami sudah sama sama telah bertanya kepada masing masing orang tua kami dan keluarga, dan semua mendukung ...


hanya saja ternyata semua itu tidak cukup, mungkin aku yang memiliki banyak kekurangan.

Aku selalu berharap kita bisa has ...

Tapi sekarang , aku sangat rindu, tapi aku juga malu dan takut untuk terhubung
karena kamu pasti tau semakin kita terhubung, semakin bertumbuh perasaan aku ...


Jadi aku sendiri tidak tau, harus aku apakan perasaan aku...
mungkin aku harus menunggu dan bertanya pada Tuhan apalagi jalan yang harus aku tempuh dan kemana petunjuk arah yang harus aku ambil...


Huft ... dunia ku tak lagi sama has

Minggu, 06 Februari 2022

The Wolf Eye


 Huft, akhirnya aku memilih menulis kembali
apa kau mengerti yang ku maksud mata dari serigala ???

akan sulit bagi ku menjelaskan ini semua dari awal ...
tetapi ...

aku adalah seseorang yang berada dalam posisi unik.
kehidupan gelap dan terang, cinta , kasih dan kebencian ...

ini bukan tentang aku, tetapi tentang apa yang aku lihat.
pantaskah dan apa yang telah aku dengar.

kamu tidak akan percaya dunia yang telah aku lihat, gambaran yang ada dimataku, gambaran yang tersimpan disetiap hembusan nafas orang orang yang bersama ku.

Kehidupan yang kulihat, mungkin semua orang juga mengalami nya , tetapi ...
dapatkah kamu melihat lebih jauh ...

aku menggunakan bahasa yang rumit, agar pembaca berpikir apa arti dari bahasa kiasan yang aku gunakan ...

terkadang kamu menimbun api dan memanen air, atau pun kau menimbun api dan menuai api
kejahatan dan kebaikan, iman dan kepercayaan dan ketidak hormatan ...


Sungguh, hanya para serigala yang mengerti ...
hanya para serigala yang mengetahui ...
dan kami ini adalah barisan para domba yang bermantelkan sifat sifat serigala

Jumat, 15 Oktober 2021

Penghalang, My stagnant


 



Hei, sahabat ...

huft, aku menemui beberapa stagnan tahun ini, kurasa malah sejak 2017 aku mengalami ini

sekarang sudah 2021 dan belum benar-benar bebas rasanya.


dari berbagai macam aspek nih wkwk ditulis mah panjang


tetapi sungguh banyak hal belum terselesaikan dengan baik dan menghantui ku ,, pikiran ku yang dipenuhi bayangan masa lalu dan rasa gagal dalam beberapa peristiwa yang berbekas di ingatan.


dalam cerita ku ...

aku mencoba menjadi banyak hal dan mencoba menjadi cahaya bagi orang lain, aku  menerangi yang baik dan mengelapkan yang jahat.


tapi tenyata menjadi cahaya bagi orang lain itu tidak mudah, dan bahkan dikedua nya.


Hari ini 2021 aku membuat begitu banyak cerita aidah semua yang manis, semua yang baik, semua yang jahat semua ada, semua lengkap...


Pada akhirnya banyak hal yang tak terselesaikan

aku bahagia dapat berbagi dan menuliskan nya.


AMARAH, KEBENCIAN, RINDU, HARAPAN, KEBAIKAN, IMAN, KEPUTUSASAAN, KEPASTIAN DAN PUDAR


adalah bagian dari setiap aspek manusia , semuanya mengalir semuanya dijumpai.


Segala yang dijanjikan juga akan tiba, semua kesalahan , semua hal yang harus dipersiapkan, dipertanggung jawabkan.


Sekian dan terimakasih

Sabtu, 25 September 2021

2 bulan 30 hari sebelum tahun 2021 berakhir

by other website

Aku kembali menulis , ini adalah tanggal 25 September 2021 beberapa hari lagi akan Oktober kemudian

November dan Desember, waktu berjalan begitu cepat.


Semakin dewasa kita semakin dikejar oleh banyak hal, dari segi kehidupan bahkan segi spiritual kita.

Sejak kematian Ayahku dunia memaksa aku berubah menjadi seseorang yang harus serba bisa.

Apakah kalian merasakan hal yang sama, mungkin ketika teman teman menginjak usia pada 23-28 tahun semua yang aku tuangkan didala tulisan ini, akan perlahan mulai memenuhi hati dan pikiran anda.


Seperti perkerjaan, karir dan pasangan hidup


Beberapa bulan ini aku dikenalkan dengan musim baru, ini menggunakan bahasa kalbu ya ...

Seringkali aku menyebut dan bercerita melalui tulisan sendiri, tapi aku tak menyangka bahwa

tulisan itu menjadi hidup.


aku berharap musim itu dapat ku rasakan 

 

Minggu, 04 April 2021

Yeah, Tahun ini 2021

me.images



Ini aku sang penulis, huft kau tau kawan waktu berjalan terasa begitu cepat.
Semua berlalu semua berubah...

Keadaan, pikiran, bahkan dunia, waktu, zaman semua berubah.

Pada saat ini, puji Tuhan aku sudah berkerja, saudara dan saudari ku berada diluar kota, dan aku dirumah, dikota ini bersama sisa dari keluarga inti kami selepas kepergia ayah ku dari dunia.

Banyak hal kupikirkan, seperti bagaimana 5 tahun kedepan ...
Bagaimana semua ...

Tapi pada waktu nya semua akan tersingkap.

Banyak hal yang berusaha aku siapkan, tapi aku tahu semua tidak akan mudah, jadi tetap maju dan berjuang adalah pilihan ku.

Semua yang ku kenakan topeng kehidupan, dan rahasia-rahasia yang aku sembunyikan dari kehidupan diluar sana.

Apa kau percaya ?
terhadap orang-orang yang memiliki peran terhadap zaman ???
Aku hanya bertanya hahaha ?

Pada saat ini kehidupan manusia berputar-putar ya ? apalagi ditengah pandemi ncov19 walaupun masih banyak juga orang-orang yang menyangkal adanya virus ini.

Oiya pada tahun 2021 ini aku dipercayakan memimpin suatu organisasi, ya semoga aja semua dapat berjalan baik.

begitu banyak hal yang ingin aku gapai, dan semesta pun berperan.

wkwkwk, bahasa ku susah dipahami ya ? maaf lah ...

Sepertinya ini saja yang ingin aku tulis.

Tapi sebentar tentang corona aku ingin membagikan beberapa tips yang yah walaupun belum melalui penelitian tapi banyak diceritakan oleh orang-orang yang telah sembuh dan pulih.

1.Minumlah secara rutin vitamin C 1000mg
2.Minum rempah-rempah alami seperti jahe hangat
3.Minum Anggur Merah "Malaga" Cap orang tua per gelas takar pagi dan malam
4.Gunakan produk detol untuk mandi
5.Obat kumur atau antiseptik
6.Berdoa

hahaha ku rasa hanya itu terima kasih , semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan, amin

Selasa, 20 Oktober 2020

Runtuh Langit Dunia Ku

this image

HAI, SUDAH LAMA AKU TAK MENULIS LAGI ...

HURUF BESAR SEMUA YA xixixi  :D


Baiklah, sungguh pilu 2020 menjelang akhir tahun 2021, tidak kusangka aku akan mengahiri tahun ini tanpa Ayah

Ayah meninggal pada 31 Agustus 2020, kami sudah melewati perayaan 40 hari Ayah yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2020

Tidak pernah dapat aku lupakan semua awal dan akhir bersama mu.

Hormatilah dan cintailah orang tua kalian selama mereka bernafas, itu saja pesan aku selaku penulis

Minggu, 12 Juli 2020

Corona sudah direncanakan untuk dunia ???






sumber :


Teori konspirasi dan berbagai klaimnya mengenai asal muasal pandemi Covid-19 telah menyebar begitu cepat. Teori-teori yang tidak masuk akal, seperti virus korona yang menyebar melalui jaringan seluler, menarik minat banyak orang. Teori ini banyak disebarkan oleh selebriti, musisi dan influencer yang memiliki pengikut besar di media sosial mereka. Tidak jarang apa yang disarankan oleh mereka memiliki implikasi yang berbahaya. Mereka tiba pada kesimpulan menolak karantina dan vaksin. Terjadi pula aksi-aksi perusakan, seperti di Amerika dan Eropa dimana tower telepon seluler yang dikira tower 5G dibakar sekelompok orang karena dianggap bisa menyerang kekebalan tubuh manusia dan menfasilitasi penyebaran Covid-19.

Banyak orang mempercayai teori konspirasi bukan karena mereka bodoh. Asal-usul penyebaran Covid-19 yang tidak jelas serta media-media arus utama yang sering kali tertangkap basah berbohong telah menciptakan kebingungan besar di antara rakyat. Semua ini mendorong narasi-narasi berbahaya bertebaran di masyarakat.

Dalam masa krisis seperti ini, banyak orang ketakutan dan ingin mencari penjelasan. Ketika orang takut dan merasa tidak memiliki kendali atas situasi, mereka akan merangkul gagasan apapun. Dalam artian tertentu, teori konspirasi menenangkan secara psikologis. Teori konspirasi memberikan penjelasan yang memungkinkan orang untuk mempertahankan keyakinan mereka sendiri di masa yang tidak pasti.

Ketakutan akan ketidakpastian merupakan hal yang alami dalam menghadapi bencana. Pandemi ini merupakan peristiwa besar yang mengguncang kesadaran dari atas hingga bawah. Kehidupan normal tiba-tiba dikejutkan oleh satu peristiwa yang tampaknya acak. Mereka yang tidak mempunyai persiapan teoritis akan dengan mudah memeluk teori konspirasi, tidak terkecuali sebagian aktivis. Peristiwa besar yang tampak tidak masuk akal membutuhkan penjelasan yang sama-sama tidak masuk akal juga. Oleh karenanya, dalam masa kebingungan besar seperti ini, tidak mengherankan bila banyak orang menginginkan jawaban, bahkan bila itu kadang-kadang berarti menghubungkan titik-titik kesimpulan yang salah.

Konspirasi Elite Global

Bill Gates, seorang miliarder filantropis dan pendiri Microsoft telah menjadi target utama berbagai konspirasi yang muncul selama pandemi. Namanya dihubungkan sebagai konspirator elite global yang menyebarkan Covid-19 karena presentasinya di Ted Talk 2015 yang mengatakan bahwa dunia tidak siap menghadapi epidemi selanjutnya. Video ini diputar ulang ribuan kali dalam waktu yang singkat dan dijadikan pembenaran bagi para pendukung teori konspirasi bahwa elite-elite global seperti Bill Gates menyebar virus ini untuk keuntungan mereka.

Namun, hanya karena Bill Gates memperingatkan dunia tidak siap menghadapi pandemi, lantas bukan berarti kita bisa mengalamatkan tuduhan kalau dia ada di belakang semua bencana ini. Ini sama seperti menyalahkan seorang dokter untuk kematian seseorang hanya karena sebelumnya sang dokter telah memperingatkan bahwa si pasien punya potensi penyakit jantung. Jelas tuduhan ini sangat tidak masuk akal. Virus yang penularannya diperantarai oleh hewan adalah hal yang alami dan telah terjadi berulang kali. Sebelumnya sudah ada wabah Ebola, SARS, MERS, dan tentunya wabah Flu Spanyol yang hebat itu. Dengan melihat lemahnya sistem pelayanan kesehatan yang ada saat ini, akibat pemotongan serta privatisasi, siapapun dapat memperoleh gambaran bahwa masyarakat kita tidak siap dengan bencana pandemi. Pengetahuan Gates mengenai ini – dan tentunya pengetahuan ini disediakan untuknya oleh tim peneliti yang digajinya – memungkinkan dia memperoleh gambaran mengenai ancaman pandemi global di hari depan.

Tuduhan “elite global” ini juga bukan hal aneh bila kita teliti latar belakang ekonomi dan sosialnya. Dengan ketimpangan yang besar antara yang kaya dan miskin, wajar bila orang-orang terkaya menjadi sasaran kebencian bagi banyak rakyat. Bill Gates merupakan 2 dari 10 orang terkaya dunia. Untuk menghabiskan kekayaannya membutuhkan 285 tahun, dengan catatan dia harus membelanjakan 1 juta dollar AS alias Rp 13,9 miliar dalam sehari. Tuduhan elite global yang dialamatkan pada Bill Gates hanyalah salah satu manifestasi dari kebencian ini.

Selain itu, aktivitasnya sebagai seorang filantropis adalah hal yang dirasa asing bagi banyak orang. Seorang kapitalis dilihat banyak orang hanya melakukan sesuatu kalau ini memberikan untung besar bagi dirinya, dan oleh karenanya kegiatan kemanusiaan Bill Gates – terutama kali ini dalam bidang kesehatan – dilirik dengan penuh rasa curiga. Ada udang di balik batu, begitu pikir banyak orang.

Dalam praktik, kapitalis kerap melakukan kegiatan kemanusiaan demi kepentingan sempit mereka. Semisal, demi pencitraan, dengan konsep “Corporate Sosial Responsibility” yang jadi kedok untuk eksploitasi buas mereka. Selain itu, banyak celah dalam hukum perpajakan yang memberi keuntungan pajak bagi kapitalis yang memberi donasi. Kegiatan kemanusiaan korporasi juga sering kali jadi kesempatan untuk menancapkan monopoli mereka di pasar-pasar baru. Semisal, Facebook yang memberi wifi gratis di sejumlah negeri Afrika. Ini telah dikritik sebagai usaha marketing terselubung Facebook untuk mendominasi penyediaan internet dan media sosial di Afrika.

Ada alasan lain mengapa kapitalis melakukan kegiatan kemanusiaan, yakni demi menjaga keberlangsungan sistem kapitalisme mereka secara keseluruhan. Gates mengatakan sendiri bahwa investasi di bidang pengembangan kesehatan jauh lebih menguntungkan daripada ancaman nyata terhadap kehancuran ekonomi – dan bisa kita tambahkan, juga kehancuran sosial – akibat pandemi, yang bila dijumlahkan akan mengurangi kekayaan dunia senilai 3 triliun dolar AS. Itu artinya kelangsungan akumulasi kekayaan yang dia miliki sebagai orang terkaya dunia juga terancam oleh bencana ini. Seperti yang pernah dikatakan oleh Marx, “Sebagian dari kaum borjuasi berkehendak memperbaiki kepincangan-kepincangan sosial untuk menjamin kelangsungan masyarakat borjuis.” Selanjutnya, kaum borjuasi “menghendaki segala kebaikan dan manfaat dari kondisi-kondisi sosial modern (baca kapitalisme) tanpa perjuangan [kelas] dan bahaya-bahaya yang mesti timbul dari situ.” Inilah mengapa Bill Gates ingin memperbaiki ketimpangan-ketimpangan yang ada dengan mendirikan badan-badan amal dan mendukung riset-riset kesehatan, serta sangat vokal mengenai pandemi ini. Ketimpangan yang terlalu berlebihan dapat memercikkan gejolak sosial dan mempertajam perjuangan kelas, yang pada gilirannya dapat mengancam keberadaan kapitalis sebagai kelas penguasa.

Manipulasi dan konspirasi adalah cara bagi kelas kapitalis untuk meraih keuntungan, menjatuhkan saingannya dan merebut pasar. Sejauh istilah elite global dipakai untuk menyalurkan kemarahan terhadap tatanan sosial saat ini adalah hal positif. Tapi untuk menjelaskan watak eksploitasi dari sistem kapitalisme, istilah ini tidak memadai. Istilah elite global sangatlah kabur dan cenderung dipakai untuk mengkambing-hitamkan individu atau kelompok etnis tertentu, seperti rasisme terhadap kaum Yahudi yang dianggap sebagai biang kerok atas segala sesuatu, atau belakangan ini rasisme terhadap orang China terkait Covid-19. Teori konspirasi sangat disukai pemerintah dan kelas penguasa karena mengalihkan perhatian rakyat dari kegagalan mereka dalam menjaga kesejahteraan dan kesehatan rakyat. Pada kenyataannya, kapitalisme-lah yang menciptakan bencana. Bertahun-tahun era pengetatan anggaran telah membuat rumah sakit-rumah sakit kekurangan fasilitas dan tempat tidur yang dibutuhkan. Pengembangan vaksin yang seharusnya mengurangi dampak pandemi terhambat karena diserahkan pada pasar dan motif laba. Ini bukan kesalahan elite global yang sedang berkonspirasi, melainkan kesalahan kapitalisme. Oleh karena itu istilah elite global tidak memadai menjelaskan problem masyarakat. Bila kita ingin memahami sesuatu kita harus melampaui kebencian dan beralih ke metode yang mampu menjelaskan eksploitasi kapitalisme dan bagaimana mengakhirinya.

Konspirasi Kapitalisme

Menurut KBBI, kata “konspirasi” berarti persekongkolan atau komplotan orang dalam merencanakan sebuah kejahatan yang dilakukan dengan rapi dan sangat dirahasiakan. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal banyak bentuk konspirasi. Dalam politik kita mengenal plot-plot politik dan konspirasi kudeta misalnya: imperialisme AS memasang Juan Guidao sebagai presiden boneka untuk melakukan kudeta terhadap presiden Maduro; konspirasi imperialisme AS melalui CIA yang berusaha menggulingkan pemerintahan-pemerintahan demokratik di Kuba dan Timur Tengah; serta konspirasi kerajaan Saudi dalam plot pembunuhan Jamal Khashoggi. Dalam ekonomi, kita mengenai berbagai konspirasi korupsi, kolusi dan nepotisme. Pengusaha yang bersekongkol dengan aparat untuk menindas buruh, tani dan rakyat miskin.

Kelas penguasa tidak membuat semua rencana mereka transparan kepada massa, sebaliknya mereka memutuskan kebijakan secara rahasia, jauh dari massa. Setiap ruang rapat majikan adalah konspirasi melawan para pekerja, yakni sebuah konspirasi untuk mengeksploitasi mereka. Setiap ruang perencanaan militer imperialis adalah konspirasi untuk menjarah negara-negara miskin. Korporasi, agen militer dan intelijen mereka sering berkolaborasi dalam melakukan operasi rahasia yang kriminal.

Tentu saja tidak setiap orang yang berkonspirasi mendapatkan keuntungan yang sama. Konspirasi yang dilakukan kelas penguasa tentu berbeda dengan konspirasi yang dilakukan kelas bawah, misalnya buruh yang mengorganisir serikat buruh secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari hukuman PHK dari manajemen. Konspirasi kelas buruh dalam hal ini dilakukan karena posisi mereka yang lemah, sementara kelas penguasa memiliki semua sarana berkuasa dalam jumlah besar yang tidak dimiliki kelas bawah. Mereka mempunyai penjabat, polisi, hakim dan penjara.

Kapitalisme sangat terorganisir dalam penggunaan propaganda dan operasi rahasia. Kelas penguasa kapitalis memiliki posisi kuat dalam jaringan korporasi, pemerintah, intelijen dan militer yang luas. Mereka mampu melakukan konspirasi skala besar yang melibatkan taktik canggih, dukungan keuangan besar, dan kampanye propaganda yang luas melalui perusahaan media. Itulah mengapa konspirasi hanya mungkin bisa dilakukan oleh kelas yang memiliki kendali atas ekonomi.

Kelas yang berpunya jelas melakukan konspirasi terstruktur untuk memperkaya dirinya dari mengeksploitasi rakyat. Namun para penganut teori konspirasi mencampur aduk fakta ini dengan beragam prasangka SARA, pseudosains (ilmu semu), dan tahayul. Dengan demikian, teori-teori konspirasi justru menyembunyikan konspirasi yang sesungguhnya, yakni kapitalisme dan imperialisme.

Inilah mengapa banyak penguasa yang gemar menyebarkan teori konspirasi untuk mengalihkan perhatian massa. Semisal, untuk membersihkan tangan mereka dari ketidakbecusan dalam menangani pandemi, AS menuduh China sebagai penyebar virus. Tentunya ini sejalan tuduhan Trump selama ini – dan juga banyak politisi lainnya, Republiken ataupun Demokrat – bahwa China bertanggung jawab atas kesulitan ekonomi yang diderita AS dan rakyatnya. Tidak hanya Trump, banyak politisi dunia yang menyalahkan kebangkitan China sebagai penyebab kemunduran bangsa mereka. Tetapi dalam persaingan bebas kapitalisme, dimana yang kuat memangsa yang lemah, wajar saja ketika China naik daun maka bangsa-bangsa lain justru mundur. Teori konspirasi tower 5G juga terkait dengan China, dimana sebelumnya banyak politisi AS dan Eropa telah menyebarkan rumor bahwa China meluncurkan 5G untuk mematai-matai mereka dan mendominasi sektor komunikasi. Sesungguhnya, persaingan 5G ini adalah kompetisi antara Barat dan China, bagian dari perang dagang besar yang tengah berkecamuk. Dari sini, hanya perlu loncatan kecil saja untuk mencapai teori konspirasi 5G/Covid-19, terutama di tengah kepanikan yang melanda masyarakat.

Rusia pun tidak ketinggalan. Sebagai timbal balik atas tuduhan bahwa Rusia meretas demokrasi AS dan bertanggung jawab atas menangnya Trump, rejim Putin menyebar insinuasi bahwa virus korona adalah senjata biologi ciptaan AS. Ketika rejim AS telah terimplikasi dalam banyak operasi gelap, dan terbukti berbohong mengenai senjata pemusnah massal di Irak, maka teori konspirasi ini menjadi tampak mungkin. Dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya.

Semakin rumit dan tampak tidak masuk di akal, maka semakin efektif teori-teori konspirasi ini dalam mengaburkan akar dari problem yang ada, yakni kapitalisme. Teori konspirasi – dengan keberagamannya seturut prasangka penganutnya – tidak akurat karena tidak dapat memberikan penjelasan mengenai perkembangan sejarah umum masyarakat, kontradiksi-kontradiksinya, serta jalan keluarnya. Hanya pendekatan kelas Marxis yang mampu menjelaskan ini. Meskipun kami mengakui adanya konspirasi dan plot-plot politik dari kelas penguasa, tapi bagi kami konspirasi, plot-plot politik dan operasi rahasia, seperti halnya semua fenomena material lainnya, masing-masing memiliki proses pengembangan sejarah yang dapat dipelajari sejauh fakta dan bukti tersedia. Seperti halnya ilmuwan, kaum Marxis menggunakan bukti untuk mendukung klaim mereka dan tidak bergantung pada kepercayaan, takhayul, asumsi tak berdasar, desas-desus, atau dogma untuk membuat argumen mereka.

Benar! Ada konspirasi selama pandemi Covid-19! Ada konspirasi pemangkasan anggaran kesehatan publik selama periode sebelumnya, untuk menutup defisit APBN karena pemerintah telah memberi stimulus dan bail-out besar pada kapitalis selepas krisis 2008. Walhasil, pelayanan kesehatan kita tidak memadai untuk menghadapi pandemi dan ratusan ribu jiwa melayang. Ada persekongkolan antara pejabat dan kapitalis untuk membuka ekonomi secepat mungkin tanpa mengindahkan keselamatan pekerja demi lancarnya profit. Ada banyak perusahaan-perusahaan farmasi yang kini berlomba-lomba ingin mendulang emas dari pandemi ini. Setiap tragedi adalah kesempatan juga bagi kapitalis untuk menjual sesuatu. Semua ini tidak memerlukan teori konspirasi. Marxisme telah menjelaskannya: mekanisme eksploitasi kapitalis, bagaimana kapitalis meraup profit, teori nilai-lebih, apa itu negara, apa itu kepemilikan pribadi, komoditas, uang, dsb. Dan Marxisme juga telah memaparkan jalan keluar dari semua ketidakadilan ini.

Meskipun teori konspirasi kritis terhadap status quo, tapi teori ini asing bagi gerakan proletariat. Alih-alih mengarahkan kemarahan pada sistem kapitalisme dan pemerintahan mereka, teori konspirasi menyalurkan kemarahan pada segelintir konspirator. Teori ini tidak membuat kita memahami masyarakat untuk lalu mengubahnya. Tapi dengan mengatakan ini bukan berarti Marxis mengabaikan semua konspirasi secara kategoris sebagai sebuah omong kosong. Ini sama saja menghindari keberadaan konspirasi yang secara aktual telah terjadi sepanjang sejarah. Hanya saja supaya kelas tertindas bisa memahami semua manuver dan plot-plot politik rahasia adalah penting memahami semua ini dalam konteks perjuangan kelas. Kami percaya bahwa menggulingkan penindasan dibutuhkan sebuah teori yang mampu menganalisa rantai penindasan, sebuah teori yang mampu membongkar semua konspirasi, kebohongan dan rahasia-rahasia politik dari kelas penguasa. Teori ini adalah Marxisme.

Kamis, 28 Mei 2020

WIDGET NCOV-19 ??? YUK'S PASANG DI WEBSITE KITA





Semoga virus corona ini cepat berlalu ya kawan-kawan.
Berikut ini adalah cara untuk menerapkan widget ncov19 pada website kita
oke, langsung aja, cekidot ...

Untuk WordPress/Blogger paste kan kode ini

<div id="kopi-covid"></div>
<script>
  var f = document.createElement("iframe");
  f.src = "https://widget.kopi.dev/corona";
  f.width = "100%";
  f.height = 380;
  f.scrolling = "no";
  f.frameBorder = 0;
  var rootEl = document.getElementById("kopi-covid");
  console.log(rootEl);
  rootEl.appendChild(f);
</script>
Untuk merubah tema dari widget tinggal tambahkan ini

f.src = "https://widget.kopi.dev/corona?dark=true";

pada tulisan

 f.src = "https://widget.kopi.dev/corona";
mudahkan ...

selamat mencoba.

untuk lebih detailnya bisa langsung menuju sember

TERIMA KASIH

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More